You are here
Tim Provsu Turun dan Hitung Kerugian Banjir Atas Laporan Bupati Batubara Daerah 

Tim Provsu Turun dan Hitung Kerugian Banjir Atas Laporan Bupati Batubara

Advertisement

topmetro.news – Masalah banjir yang menerjang hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batubara menjadi atensi khusus pemkab setempat di bawah pimpinan Ir Zahir MAP. Bahkan Bupati Batubara yang bertugas belum genap setahun ini, sudah pun berkoordinasi dengan Pemprov Sumut. Dan Tim Provinsi Sumut sendiri langsung turun guna menghitung kerugian akibat banjir.

Tim Provsu sudah sampai pada program perbaikan ekonomi daerah, selama empat hari (Kamis hingga Minggu). Tanpa publikasi, tim ini telah mengunjungi seluruh wilayah terdampak banjir.

Hal itu disampaikan Bupati Batubara melalui Kabag Humas Setdakab Batubara Alwadip Zamzami SSTP kepada wartawan di One Caffe Lima Puluh, Selasa (29/10/2019).

Dampak banjir yang menerjang Kabupaten Batubara sendiri, terakhir ini tercatat mengakibatkan ribuan rumah warga tergenang air. Selain itu bangunan milik pemerintah juga terkena rendaman air hujan.

Dari data yang terhimpun, tercatat RS PTC Indra Pura milik Pemprov Sumut di Kecamatan Air Putih ikut tergenang. Demikian enam sekolah dasar negeri, salah satunya di Desa Guntung Kecamatan Lima Puluh Pesisir, juga terendam air.

Mesjid Terancam Ambruk

Bahkan akibat banjir, Mesjid Al Jeniah Desa Petatal Kecamatan Datuk Tanah Datar terancam ambruk. Pasalnya bagian belakang mesjid mengalami longsor. Pagar mesjid roboh, pelataran belakang retak-retak. Dan bagian pondasi belakang mesjid terlihat sudah berada di tepi longsoran.

Melihat kondisi Kabupaten Batubara yang dilanda banjir parah, dikatakan Alwadip, bupati bahkan selama empat hari terakhir sebelum bertolak ke Jakarta, sudah berjibaku keluar masuk desa meninjau situasi yang dialami masyarakat. Bupati pun memerintahkan pihak dinas kesehatan untuk melaksanakan fogging mencegah demam berdarah.

Menurut Alwadip, ada empat tim yang langsung dibentuk bupati. Yaitu tim teknis penanggulangan, tim kesehatan masyarakat, tim kesejahteraan, dan tim pendataan. Sedang untuk tim provinsi, bupati sendiri yang langsung berkoordinasi. Tujuan bupati adalah untuk mempelajari langkah-langkah strategis guna mengatasi masalah bencana terutama banjir yang kerap melanda desa-desa di daerahnya.

Setelah melaporkan ke pemprov kondisi banjir akibat hujan deras dan kiriman dari Simalungun serta Asahan, bupati terbang ke Jakarta, Minggu malam (27/10/2019). “Bupati berpesan bahwa kehadirannya di tengah-tengah warga terdampak banjir bukan merupakan solusi cepat untuk mengatasi masalah,” terangnya.

Tujuan Bupati ke Jakarta

Disebutkan Alwadip, bantuan sudah diupayakan. Namun pemberian bantuan bukan merupakan hal yang menjadi fokus. Sebab akan sia-sia jika banjir terus berulang. Dan terkait kunjungan bupati ke Jakarta adalah dalam upaya mendapatkan bantuan mengatasi abrasi air laut dan saluran drainase yang tumpat serta pendangkalan sungai di Kabupaten Batubara.

“Jadi bupati ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan atau plesiran seperti diberitakan media lokal. Dan Selasa (29/10/2019) sekira pukul 20.00 WIB, Pak Bupati sudah berada di Batubara guna memimpin rapat khusus penanggulangan masalah banjir,” terang Alwadip.

Kabag Humas ini minta agar media tidak memplesetkan keberadaan pejabat Pemkab Batubara agar tidak menimbulkan polemik dan ‘kegaduhan’ di tengah-tengah masyarakat.

Dikatakan Alwadip, seharusnya wartawan lebih dahulu mengkonfirmasi kepada sekda atau kabag humas perihal keberangkatan bupati ke Jakarta.

reporter | Bima Pasaribu

367 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment