#

KABAR DUKACITA..!!! Gempur KKB Papua, Lettu Sidabutar Gugur

Lettu Inf Erizal Lumongga Zukry Sidabutar
Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Lettu Sidabutar gugur dalam baku tembak menggepur Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Selasa 17 Desember 2019. Lettu Sidabutar bernama lengkap Lettu Inf Erizal Lumongga Zukry Sidabutar merupakan salah satu putra terbaik Kabupaten Dairi, yang gugur saat baku tembak dengan kelompok itu.

Lettu Sidabutar Gugur, Ini Kata Polisi

Ikhwal Lettu Sidabutar gugur, dibenarkan Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donny Saleh, Selasa 17 Desember 2019 malam.

artikel untuk Anda | UNTUNG ADA TNI, BERSAMA MASYARAKAT, NKRI UTUH TERJAGA

“Betul, Anak Aiptu Rukur Dabutar, kontak senjata di Papua dengan KKB,” katanya seperti dilansir tagar.

Ditambahkan, jenazah korban dalam proses evakuasi.

Tinggal di Kompleks Aspol

Aiptu Rukur, kata polisi, tinggal di kompleks Aspol Polres Dairi, Sidikalang.

Sekadar diketahui Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar diketahui merupakan putra kedua Aiptu Rukur. Korban sebelumnya bertugas di Satuan Penanggulangan Teror Kopassus.

Kontak Senjata dengan KKB

Informasi lain yang dihimpun, saat kejadian, sekitar pukul 14.37 WIT, terjadi kontak senjata antara pasukan Satuan Tugas (Satgas) Tindak Nemangkawi TNI-Polri dengan KKB.

Sekitar pukul 15.30 WIT, dilaporkan dua personel Nanggala menderita luka tembak. Keduanya dilaporkan gugur, salah satunya, Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar.

baca selengkapnya | KISAH PRIA SELAMAT DARI MAUT, PEMBERONTAK DI PAPUA HABISI ISTRI DAN ANAKNYA

Seperti diwartakan Topmetro.News sebelumnya, selamat dari maut, dengan berpura pura mati saat kerusuhan di Wamena, begitulah cara Erizal. Pria 42 tahun ini selamat dari maut dalam tragedi berdarah di Papua. Perantau asal Sungai Rampan, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) ini pun membagikan kisahnya kepada wartawan.

Di kantor ACT Sumbar di Ulak Karang, Padang, Selasa (1/10/2019) pria itu tak henti-hentinya menyebut: “Alhamdulillah saya berhasil selamat dari peristiwa waktu itu, tapi sayang anak dan istri saya meninggal dunia karena terbakar,” katanya.

Erizal menyebutkan, ketika itu dia sedang berada di sebuah kios tempatnya bekerja. Saat itu dia melihat sejumlah orang berkerumun mendatangi beberapa kios, termasuk ke kios tempatnya bekerja.

“Jumlah mereka sekitar 30-an orang dan kami sama sekali tidak mengenal mereka,” kenangnya lagi.

Dia beserta istri, anak dan beberapa orang lainnya mencoba menyelamatkan diri, namun terkepung di dalam rumah yang ada di belakang kios itu.

Kerumunan itu mengetahui keberadaan mereka dan memaksa untuk membuka pintu.

“Salah seorang kemenakan saya bernama Yoga mencoba menahan pintu, namun mereka berhasil mendobraknya, sehingga kami dilempari, ditembaki dengan panah dan kami semua sudah pasrah mati,” sebutnya lagi.

sumber | tagar

Advertisement

Related posts

Leave a Comment