You are here
Suap Mantan Kadis PUPR Medan, Kutip Dana Atas Perintah Eldin Kota Medan 

Suap Mantan Kadis PUPR Medan, Kutip Dana Atas Perintah Eldin

topmetro.news – Perkara suap Rp530 juta terdakwa mantan Kadis PUPR Kota Medan Isa Ansyari (47) terhadap Walikota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin, Kamis (16/1/2020), kembali dilanjutkan di Ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan.

Tim penuntut dari KPK dimotori Iskandar M menurut rencana akan menghadirkan 13 saksi. Namun salah seorang atas nama M Amandasyah Putra BB berhalangan hadir. Ke-12 saksi yang dihadirkan di antaranya merupakan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan staf di jajaran Pemko Medan.

Yakni Samsul Fitri (orang suruhan T Dzulmi Eldin juga terdakwa pada berkas terpisah), Andika Suhartono, Eghi Devara Harefa, M Aidil Putra Pratama, M Arbi Utama, Mahyudi, M Taufiq Rizal, Iswar S Lubis juga Kadishub, Suherman juga Kadis Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Ridwan Parlin Gultom, Emilia Lubis juga Kadis Ketahanan Pangan dan M Andi Syahputra.

Ketika ditanya majelis hakim diketuai Abdul Azis, baik tim penasihat hukum (PH) terdakwa dimotori Dr Adi Mansar maupun Tim Jaksa KPK menyatakan tidak keberatan bila ke-12 saksi didengarkan keterangannya sekaligus.

Talangi ke Ichikawa

Saksi Syamsul Fitri Siregar, selaku Kasubbag Protokoler Setda Kota Medan lebih banyak mendapatkan pertanyaan dari majelis hakim, Tim Jaksa KPK dan tim PH.

Dia mengaku menerima perintah dari mantan orang nomor satu di Pemko Medan tersebut. Untuk mengutip dana ke sejumlah Kepala OPD menalangi kekurangan biaya transportasi dan akomodasi selama perjalanan dinas rombongan T Dzulmi Eldin ke Kota Ichikawa. Total biaya Rp900 juta, sementara yang ditanggung APBD Kota Medan Rp500 juta. Perjalanan terkait program kerjasama di bidang budaya Kota Kembar atau Sister City yakni Kota Medan-Kota Ichikawa.

“Ada beberapa kali bertemu dengan Beliau (terdakwa Isa Ansyari-red) yang mulia. Intinya menyampaikan pesan Pak Wali agar Beliau siap membantu manakala Pak Wali butuh bantuan,” urai Syamsul menjawab pertanyaan Hakim Ketua Abdul Azis. Dalam beberapa pertemuan tersebut, saksi juga mengakui ada menerima dana dari terdakwa untuk T Dzulmi Eldin.

Beda Keterangan

Fakta terungkap lainnya, terdapat perbedaan keterangan yang baru saja disampaikan Syamsul dengan keterangan disampaikan saksi mantan walikota T Dzulmi Eldin pada persidangan pekan lalu. Sebab ketika dikonfrontir hakim ketua, T Eldin membantah ada menyuruh Syamsul Fitri mengutip dana ke sejumlah Kepala OPD.

Keterangan berbeda lainnya. Menurut saksi, rombongan yang berangkat ke Kota Ichikawa adalah 14 orang. Sementara menurut T Dzulmi Eldin, rombongan yang berangkat ke Negeri Sakura tersebut 9 orang.

Loyalitas kepada Walikota

Ketiga saksi juga menjabat Kadis di Pemko Medan Iswar S Lubis (Kadishub), Suherman (Kadis BP2RD), dan Emilia Lubis (Kadis Ketahanan Pangan) mengaku tidak punya pilihan lain kecuali memberikan bantuan uang kepada T Dzulmi Eldin sebagai bentuk loyalitas kepada pimpinan.

Ketiga saksi kuatir jabatan strategis yang mereka duduki bakal berpindah ke orang lain. Bila tidak menyanggupi permintaan tersebut.

Iswar mengaku pernah menyerahkan uang melalui Kasi Pengujian Sarana Dishub Medan Ridwan Parlin Gultom kepada Andika Suhartono selaku staf Protokoler. Semula uang Rp20 juta sebanyak dua kali. Jadi total Rp40 juta serta Rp200 juta.

Saksi Suherman mengaku ada memberikan uang Rp140 juta sebanyak dua kali pembayaran Rp110 juta dan Rp30 juta untuk mengurus visa. Sedangkan uang Rp80 juta lagi diberikan itu untuk kegiatan operasional dinas mantan walikota dengan empat kali pembayaran, dari setiap pembayaran sebesar Rp20 juta.

Ajudan Anak Walikota

Fakta terungkap lainnya, menurut kesaksian Syamsul Fitri Siregar, nama M Amanda Syahputra alias Doli juga asisten Randy, anak walikota nonaktif sempat menjadi topik hangat. Rita, istri walikota meminta saksi agar mengikutkan Doli ke Ichikawa. Sebab Randy (sekarang anggota DPRD Medan) tidak mau ikut rombongan bila nama Doli tidak diikutkan.

Ketika dikonfrontir, saksi Doli mengaku tidak ada dikutip bayaran. Dirinya hanya ikut mendampingi Randy selama ke Ichikawa.

reporter | Robert Siregar

120 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment