You are here
Sejarah Penalti Inggris dan Moral Pemain Olahraga 

Sejarah Penalti Inggris dan Moral Pemain

topmetro.news – Timnas Inggris mengukir sejarah dengan memenangi adu penalti untuk pertama kalinya di Piala Dunia. Inggris berhasil melesakkan empat gol dari lima tendangan yang dilakukan. Sedangkan dua tendangan Kolombia gagal masuk gawang karena membentur tiang dan satu lagi berhasil diselamatkan dengan gemilang oleh kiper Jordan Pickford.

Riset Kiper Inggris

“Saya sudah meriset semuanya. Saya punya kekuatan dan kecekatan. Tidak peduli walaupun saya bukan kiper yang paling besar, karena ini soal berada di posisi yang tepat dan melakukan penyelamatan,” kata Pickford yang mementahkan penalti Carlos Bacca.

“Kami tahu pertandingan ini milik kami, bahkan meskipun harus melalui adu penalti. Kami tahu punya kemampuan untuk menang.”

Di waktu normal, Timnas Inggris unggul lebih dulu lewat penalti Harry Kane di menit ke-57 setelah sebelumnya dia dijatuhkan Carlos Sanchez di dalam kotak penalti dan dilihat jelas oleh wasit.

Ini merupakan golnya yang keenam di turnamen tersebut dan untuk sementara menempatkannya sebagai top scorer.

Inggris sebetulnya tak perlu melewati adu penalti kalau bisa bertahan lebih lama beberapa detik. Namun pada menit 90+3 seluruh pemain Kolombia termasuk kiper David Ospina maju menyerang menyambut sepak pojok Juan Cuadrado dan sukses membalas.

Bek Yerry Mina yang sangat jangkung melompat tinggi dan sundulannya tak kuasa dihentikan untuk secara dramatis menyamakan kedudukan.

Ini juga untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia Inggris kebobolan di injury time babak kedua, walaupun sepanjang perhelatan di Rusia sekarang kejadian seperti itu menjadi cukup lumrah.

Naikkan Moral Inggris

Striker sekaligus kapten Timnas Inggris, Harry Kane menyebut, kemenangan lewat adu penalti yang diraih timnya atas Kolombia akan menaikkan moral pasukan “Tiga Singa” di Piala Dunia 2018 ini.

Kemenangan ini membawa Inggris menorehkan sejarah lepas dari kutukan adu penalti. Dalam enam dari tujuh adu penalti sebelumnya di kejuaraan utama, Inggris selalu kalah.

Sementara enam gol yang telah dicetaknya membawa Kane bertengger sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018 ini. Dia unggul dua gol atas penyerang Belgia, Romelu Lukaku.

Namun striker Tottenham Hotspur ini lebih fokus pada peluang timnya. “Saya sangat bangga. Kami tak beruntung karena kebobolan di menit terakhir. Ini menunjukkan kebersamaan dan karakter kami,” ujar Kane.

“Ini adalah momen saat Anda benar-benar melihat hal itu. Ini malam hebat bagi kami. Apalagi kami tahu sejarah Inggris dalam adu penalti tidaklah bagus. Sangat menyenangkan bisa meninggalkan catatan buruk itu di belakang kami,” imbuh Kane.

Menyamai Rekor 79 Tahun

“Kami telah berkembang sangat bagus di lapangan malam ini. Naik-turun bahkan saat adu penalti,” kata kane.

Golnya pada menit ke-57 membawa Kane menyamai rekor Tommy Lawton yakni mencetak gol dalam enam pertandingan beruntun untuk Timnas Inggris. Rekor ini sudah bertahan 79 tahun.

“Benar-benar bangga,” kata Kane setelah menyamai rekor itu. “Saya berharap ini bisa berlanjut. Saya ingin bekerja lebih baik dan lebih banyak. Saya ingin membantu tim dan kami kini menatap pertadingan selanjutnya,” kata striker berusia 24 tahun ini. (TM-RED)

sumber: beritasatu.com

147 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment