Dua Menteri Salurkan Bantuan untuk Mendorong Usaha Masyarakat

Dua Menteri Salurkan Bantuan untuk Mendorong Usaha Masyarakat
Advertisement

topmetro.news – Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyalurkan bantuan pemerintah kepada pedagang kaki lima dan warung (BTPKLW) di Mapolrestabes Medan Jalan HM Said, pada Kamis (9/9/2021).

Airlangga menyebut bantuan ini untuk mendorong usaha masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Bantuan senilai Rp 1,2 juta diharap bisa dijadikan sebagai modal hidup dan modal usaha.

“Kita harap ini menjadi bantalan mereka yang terkena dampak Covid-19, mendapatkan bantuan untuk modal hidup dan modal kerja untuk usaha mereka masing-masing,” ujarnya.

Airlangga menyebutkan, saat ini pemerintah menyiapkan Rp 15.8 Triliun untuk para pedagang yang terdampak Covid-19 yang nominalnya sama dengan bantuan Presiden atau BPUM.

“Pendataan kali ini dilakukan oleh anggota Polri dan TNI, yang memilih pedagang yang berhak menerima bantuan,” katanya.

Airlangga menjelaskan, salah satu syaratnya adalah, pedagang yang belum pernah menerima bantuan apapun. Juga masuk ke dalam wilayah yang terdampak PPKM darurat Level 4.

“Sejak diputuskan oleh Bapak Presiden di dalam rapat terbatas kabinet sampai dengan dikeluarkan instruksi Mendagri No 27 dan 28, ini saat kita menaikkan PPKM Darurat level 4 dan dengan persiapan regulasi dan anggarannya, hari ini bisa diuji coba di kota Medan,” kata Airlangga.

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya diminta Presiden untuk menguji coba program pemerintah yang dilakukan karena melihat kondisi masyarakat terjepit di masa pandemi Covid-19.

“Kita ketahui bersama varian Delta semakin meningkat. Beberapa daerah di Indonesia yang mengalami PPKM level 4 terpaksa masyarakatnya tidak bisa melakukan kegiatan mobilisasi,” ungkapnya.

Bantu Perekonomian Masyarakat

Kondisi itu berdampak pada perekonomian masyarakat. Dia menyebutkan, banyak para pemilik warung dan PKL yang mengaku kehidupannya lebih berat saat ini. Karena omsetnya turun hingga 75 persen.

Sri Mulyani mengatakan selama ini bantuan tersebut diberikan melalui Kementerian Koperasi dan UMKM yang bekerjasama dengan dinas koperasi dan UMKM di masing-masing pemerintah daerah.

“Itu sudah lebih dari 12 juta UMKM dan PKL yang dapat Rp 1,2 juta untuk masing-masing pedagang,” ujarnya.

Dengan meningkatnya varian Delta, lanjutnya, TNI – Polri diberikan kewenangan untuk menyalurkan ke PKL. Sri Mulyani berharap tugas ini dapat dipahami masyarakat jika meminta warung masyarakat harus dipindahkan atau ditutup serta lainnya.

“Yang disalurkan TNI – Polri adalah untuk 1 juta PKL dan UMKM. Saya senang Polri langsung membuat sistem bahwa yang menerima itu memang benar. Tadi pakai tanda bukti dan foto lalu di administrasikan ke komputer dan pertanggung jawabannya luar biasa,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan sistem tersebut harus dibuat. Karena tadi ada usaha yang sudah mendapatkan bantuan di gelombang 12 juta pertama melalui Kementerian koperasi.

“Harapannya dengan dana yakni Rp 600 miliar untuk TNI dan Rp 600 miliar untuk Polri, dapat diteruskan untuk masyarakat. Jumlah bantuan Rp 1,2 juta. Total dana yang disediakan Rp 1,2 triliun. Utamanya para pedagang kaki lima. Tentu bukan hanya untuk Medan, tapi seluruh daerah yang terkena UMKM level 4,” pungkasnya.

reporter | Dedi

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment