Manfaatkan Akhir Pekan, Ini Ciri Khas Kepemimpinan Bobby Nasution

Bobby Nasution
Advertisement

topmetro.news – Jika akhir pekan dimanfaatkan banyak orang untuk berlibur dan bersantai bersama keluarga, tapi itu tidak bagi Wali Kota Medan Bobby Nasution. Justru waktu akhir pekan dijadikan kegiatan rutin orang nomor satu di Pemko Medan ini untuk melihat, mendengar dan menyerap langsung aspirasi masyarakat. Di samping itu juga kerap meninjau masalah hingga ke lingkungan untuk menyahuti keluhan maupun pengaduan warga. Sikap yang tidak biasa ini menjadi ciri khas kepemimpinan pria berusia 30 tahun itu dalam memimpin dan menyerap aspirasi masyarakat.

Langkah yang dilakukan Bobby Nasution ini untuk mengetahui secara pasti kondisi dan masalah yang terjadi di wilayah, termasuk kinerja para aparaturnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apa yang menjadi masalah, termasuk keluhan maupun pengaduan warga diupayakan Bobby Nasution segera dituntaskan. Seperti yang dilakukan menantu Presiden Joko Widodo saat meninjau jalan rusak dan drainase tersumbat di Jalan Ampera, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (11/9) lalu. Sebab, melalui akun media sosial pribadinya, Bobby Nasution mendapat banyak aduan terkait kondisi jalan rusak dan drainase tersumbat tersebut.

Dari hasil peninjauannya, diketahui kondisi tersebut sudah berlangsung selama 5 tahun. Bahkan, jalan rusak yang dipenuhi lubang dan tergenang air tersebut tidak jarang mengakibatkan mesin kendaraan bermotor masyarakat mati saat melintas dan kerap menyebabkan jatuhnya korban. Sementara itu penyumbatan drainase berdampak pada tidak mengalirnya air, sehingga menyebabkan banjir dan menggenangi rumah warga setiap hujan deras turun.

Melihat kondisi tersebut, Bobby Nasution langsung menghubungi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Zulfansyah Alisyahputra untuk menanyakan apakan kawasan yang dimaksud telah masuk dalam daftar wilayah yang akan diperbaiki. Guna mendapatkan kepastian jawaban, dirinya pun memerintahkan Kadis PU menghadirkan Kepala UPT Wilayah Timur Dinas PU Kota Medan.

“Segera mungkin (jalan rusak) ini diperbaiki dan langsung dicor (dibeton). Sebab, banyak warga yang jatuh saat melintasi jalan, apalagi genangan air sudah menutupi permukaannya sehingga tidak kelihatan jika ada lubang di dalamnya. Selain itu, cari skema terbaik agar air di drainase dapat mengalir, mengingat kawasan ini adalah wilayah cekungan. Kasihan warga kalau harus terus kebanjiran,” kata Bobby Nasution memerintahkan Kepala UPT.

Akhir pekan sebelumnya, Bobby Nasution juga mengunjungi lapangan sepakbola di Jalan Bunga Turi 2, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan. Peninjauan dilakukan untuk menyelesaikan persoalan keberatan warga karena lapangan akan dibangun rumah panti sosial sebagai tempat tinggal yang layak bagi warga kurang mampu seperti pemulung, gelandangan, pengemis, orang dengan gamgguan jiwa (ODGJ) serta masalah sosial lainnya. Warga menolak karena lapangan itu selama ini digunakan sebagai tempat bermain sepakbola maupun kegiatan olahraga lainnya.

Sebagai solusi, Bobby Nasution akan memindahkan lapangan sepakbola ke lokasi yang tidak jauh dari lapangan sebelumnya dan akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung olahraga lainnya. Hal itu dilakukan karena Bobby tidak ingin mengorbankan aktivitas olahraga masyarakat sekitarnya yang dilakukan di lapangan sepakbola karena pembangunan rumah panti sosial. Dengan demikian pembangunan rumah panti sosial dapat dilakukan, sedangkan aktifitas berolahraga warga sekitar juga tidak terganggu.

Kebiasaan Bobby Nasution yang Ririn turun langsung ke lapangan di akhir pekan ditanggapi baik dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Dr Fakhrur Rozi MIKom. Dikatakan Rozi, di situasi saat ini memang menuntut kepala daerah atau pemimpin untuk lebih banyak turun ke bawah. Di samping situasi pandemi, masyarakat banyak yang tengah mengalami kesusahan. Oleh karenanya kata Rozi, pemimpin atau tokoh-tokoh seperti kepala daerah, harus sering turun ke masyarakat, paling tidak hal tersebut bisa mengobati atau menghibur masyarakat.

“Jadi, kalau ada tokoh atau kepala daerah yang turun langsung dalam situasi sekarang, bisa dikatakan semacam hiburan juga. Artinya, mengobati perasaan yang hari ini sama-sama kita ketahui situasinya sekarang sulit akibat pandemi Covid-19,” ungkap Rozi.

Selanjutnya, alumni Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) FISIP USU tersebut juga mengatakan, kebiasaan Bobby Nasution yang ketap menyahuti keluhan warga dari media sosial pribadinya merupakan tuntutan kepemimpinan zaman now. Sebab, saat ini media sosial menjadi saluran paling efektif karena bersifat langsung. “Apalagi, kalau publik mengetahui bahwa akun itu langsung dipegang oleh Bobby Nasution, tentu saja masyarakat akan lebih nyaman untuk mengadu. Ditambah lagi, kalau Bobby bisa turun langsung ke masyarakat dan menyelesaikan persoalan sudah pasti lebih bagus lagi,” paparnya.

Apa yang sudah dikerjakan Bobby Nasution dengan gaya dan ciri khasnya seperti itu, kata Rozi, hendaknya harusnya bisa ditiru oleh seluruh jajarannya. “Apa yang dilakukan Bobby Nasution harusnya bisa menginspirasi serta memotivasi seluruh jajarannya untuk melakukan hal serupa,” harapnya seraya mengungkapkan bahwa pelayanan harus langsung ke titik penyakitnya atau ke masyarakat dan menyelesaikannya.

Penulis | Rizaldi Gultom

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment