Silalahi Agen Kelontong Dibunuh, Rp 30 Juta Dibawa Kabur

pengusaha kelontong dibunuh
Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Silalahi agen kelontong yang meregang nyawa di Jalan Raya Mustikasari, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, baru-baru ini masih diselidiki. Pelakunya hingga kini belum tertangkap, bebas berkeliaran.

Namun polisi menemukan fakta baru terkait kasus pembunuhan Silalahi, sang pemilik agen kelontong itu.

Pelaku pembunuhan ternyata membawa kabur sejumlah uang usai menghabisi nyawa korban.

“Menurut pelapor, mereka kehilangan Rp30 juta, tapi masih belum dapat dipastikan (jumlahnya),” jelas Kompol Ivan Adhitira, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (16/11/2022).

Kendati begitu, pihaknya masih menelusuri nominal resmi uang yang hilang itu sendiri.

Polisi hanya memastikan bahwa fokus aparat saat ini masih mencari tahu keberadaan pelaku dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Kalau benar hilang, maka kami harus tahu uang itu dari mana. Jadi memang belum fokus ke sana,” jelas dia.

Selain itu, lanjut Ivan, pihaknya juga telah membawa 1 unit central processing unit (CPU) dan CCTV ke Puslabfor Polri untuk dianalisa.

TOPIK TERKAIT | Pelaku Hilangkan Jejak, CCTV Dibakar

Sebagaimana diberitakan TOPMETRO.NEWS sebelumnya, seorang pengusaha kelontong dibunuh. Untuk mengelabui polisi, pelaku pembunuhan pemilik agen kelontong itu membakar kamera pengawas atau CCTV. Ini untuk menghilangkan jejak tindak kejahatan pelaku.

Diketahui aksi pembunuhan ini terjadi di Jalan Raya Mustikasari, kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (11/11/2022).

Warga sekitar, Hotma Manullang mengatakan saat pengecekan di lokasi kejadian terjadi muncul asap tebal di lokasi kejadian.

“Orang yang ada di belakang itu bawa ember dan selang karena katanya kebakaran gak tahunya alat-alatnya itu yang dibakar entah CCTVnya atau laptopnya itulah yang dibakar banyak asap di dalam,” ungkap Hotma, Jumat 11 November 2022.

Dia menerangkan pertama kali penemuan mayat itu sendiri oleh isterinya sendiri saat ingin membuka warungnya dan teriak untuk meminta bantuan kepada warga.

“Biasanya istrinya itu jam 7 sudah datang membantu suaminya ini buka tokonya, masuk dari pintu belakang dia lihat ada asap,” terangnya.

asl!

Advertisement

Related posts

Leave a Comment