Info Penting, Inalum Targetkan Peningkatan Produksi Alumunium Hingga 1 Juta Ton per Tahun

Semenjak menjadi perusahaan yang mandiri kembali setelah split all pada 21 Maret 2023 lalu, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Persero, memasang target produksi besar-besaran.

topmetro.news – Semenjak menjadi perusahaan yang mandiri kembali setelah split all pada 21 Maret 2023 lalu, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Persero, memasang target produksi besar-besaran.

Menjadi perusahaan mandiri atau tidak lagi anggota Mind.id (BUMN Holding Industri Pertambangan), Inalum, sebuah perusahaan raksasa dunia berbasis alumunium itu, ditugasi pemerintah mewujudkan swasembada alumunium.

“Kita akan mengintegrasikan dari hulu bauksit sampai dengan produksi aluminum di Kuala Tanjung,” ujar Direktur Utama Inalum, Danny Praditya, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (11/7/2023).

Danny Praditya bersama sejumlah direksi dan jajaran komisaris usai bertemu Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengungkapkan rencana pengembangan bisnis.

Peningkatan Target

Dikatakan Danny Praditya, Inalum memasang target peningkatan produksi alumunium sampai 4 kali lipat hingga tahun 2028, yakni 1 juta ton per tahun. “Insha Allah dan memohon doa restunya,” katanya.

Saat ini, ungkap Danny Praditya, produksi Inalum baru mencapai 250 ribu ton per tahun. “Hari ini kita sekitar 250 ribu ton per tahun, Insyallah nanti secara bertahap sampai di atas 1 juta ton per tahun,” ungkapnya.

Disebutkan Danny Praditya, target menuju produksi 1 juta ton per tahun itu mulai dipersiapkan dengan melakukan investasi pengembangan tahap pertama, yakni pembangunan pabrik, yang diharapkan beroperasi secara komersil pada 2026 mendatang.

“Inikan bertahap ya. Jadi 2023 sampai 2028, mungkin kami rencanakan itu pengembangan tahap pertama itu sudah dikomersial. Jadi 2023, kita ini kita rencananya akan ada final investment decision, 2024, 2025 masa pembangunan, dan 2026 diharapkan sudah bisa beroperasi secara komersial,” tandas Danny Praditya.

Ada pun produksi 1 juta ton per tahun itu, menurut Danny Praditya, bertujuan untuk menopang rencana pemerintah dari sisi hilirisasi bauksit, dan juga mendukung pengembangan ekosistem sistem elektrifikal di Indonesia, dan baterai.

“Itu rencana pengembangan yang tadi kita sampaikan kepada bapak gubernur, dan sekaligus meminta dukungan dari pemerintah provinsi,” sambung Danny Praditya.

Proyek pengembangan tahap pertama tersebut, akan memberi dampak yang signifikan bagi Sumut dari sisi investasi, begitu juga dari lapangan pekerjaan, dan pendapatan bagi Sumut melalui instrumen resmi.

“Tentu dari sisi investasi yang masuk ke Sumatera Utara sangat signifikan. Pembangunan yang tahap pertama itu bisa investasi sekitar 2 billion US Dolar, dan tentunya ini akan meng-create lapangan pekerjaan di Batubara dan Sumut,” terang Danny Praditya.

Masih penuturannya,untuk saat ini yang masuk ke Sumatera Utara sangat signifikan, pembangunan yang tahap pertama itu bisa investasi sekitar 2 billion USD milliar dollar, dan tentunya ini akan meng-create lapangan pekerjaan di Batubara dan Sumut.

Pada kesempatan itu, Danny Praditya mengungkapkan bahwa Gubernur Edy Rahmayadi mendukung Inalum meningkatkan kapasitas produksi alumunium.

“Tentunya beliau sangat mendukung, bahwasanya Inalum merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, dan perkembangan ini diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan dan perputaran ekonomi khususnya di Batubara, karena kita kan di Kuala Tanjung dan Tanjung Gading,” pungkas Danny Praditya.

Untuk diketahui, produk yang diproduksi Inalum terdiri dari Aluminium Ingot, Aluminium Billets dan Aluminium Alloy. Semua produk itu diprioritaskan untuk dijual ke pelanggan di Indonesia.

penulis | Erris JN

Related posts

Leave a Comment