You are here
Produksi Jeruk Nipis Menurun, Pedagang Kesulitan Penuhi Permintaan Pasar Ekonomi & Bisnis 

Produksi Jeruk Nipis Menurun, Pedagang Kesulitan Penuhi Permintaan Pasar

Topmetro.news – Akibat produksi jeruk nipis menurun, permintaan jeruk nipis tinggi. Kalangan pedagang pengumpul jeruk nipis di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kesulitan memenuhi permintaan pasar terhadap salah satu buah asam itu karena produksi menurun dalam sebulan terakhir.

Kumpulkan Buah Sisa

“Masa panen berakhir maka produksi jeruk nipis berkurang. Yang kita kumpulkan akhir-akhir ini hanya buah sisa,” kata Razami Sarong, pedagang pengumpul di Kecamatan Langkahan, Senin (26/3/2018).

Harga Naik

Pedagang pengumpul, sekaligus pemasok jeruk nipis ke sejumlah pasar di Aceh itu menyebutkan, karena produksi menurun menyebabkan harga beli jeruk nipis di kalangan petani naik dalam dua pekan terakhir dari Rp2.500 menjadi Rp4.000/Kg. Kecuali jeruk nipis super yang dibeli Rp5.000/Kg.

Kini, kata Razami, permintaan jeruk nipis masih stabil. Hanya saja produksi buah itu yang berkurang, menyebabkan pihaknya kewalahan mendapatkannya untuk memenuhi persediaan ke pedagang di sejumlah pasar.

“Dalam dua hari terakhir misalnya, permintaan jeruk nipis ke Pasar Lambaro dan Penayong Banda Aceh sekitar 330 Kg, tetapi yang tersedia hanya 180 Kg saja. Itupun harus bersaing harga dengan pedagang lain,” katanya.

Razami menyebutkan, jeruk nipis yang dikumpulkan pihaknya berasal dari petani Buket Linteung dan Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan. Dua desa itu dikenal sebagai penghasil jeruk nipis terbesar di kecamatan itu.

Sedang Musim Bunga

Menurut Razami, saat ini pohon jeruk nipis di kecamatan ini sedang musim berbunga dan diprediksi masa panennya pada Mei 2018. Biasanya, pada bulan itu harga beli jeruk nipis juga naik. “Biasanya panen bulan Mei harganya juga naik, bisa mencapai Rp10 ribu/Kg. Berbeda dengan panen puncak pada Desember, harganya jatuh (anjlok) bahkan jeruk nipis ini harus dikirim ke luar Aceh,” kata Razami pula.

Sekadar diketahui Razami Sarong, merupakan salah satu pedagang jeruk nipis di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan. Selama ini dia kerap memasok jeruk nipis ke sejumlah pasar di daerah itu, termasuk ke Banda Aceh.(tmn)

sumber: antara

135 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment