You are here
Pengangkatan KM Sinar Bangun tak Mungkin Dilakukan Nasional 

Pengangkatan KM Sinar Bangun tak Mungkin Dilakukan

topmetro.news – Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, bahwa secara teknis, pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban, tidak mungkin dilakukan.

Luhut lalu mencontohkan tragedi jatuhnya pesawat Airbus A320 dari Maskapai Air Asia QZ8501, yang jatuh di Selat Karimata tahun 2014 lalu. “Jasad mereka sudah tidak utuh ketika diangkat. Ada badan tanpa kepala, ada sepotong tangan, ada juga potongan-potongan tubuh lainnya berserakan. Jika keluarga harus melihat itu, pasti akan lebih menyakitkan. Saya tahu itu,” tuturnya.

“Maka saya jelaskan, bahwa pengangkatan KM Sinar Bangun dan jenazah korban dari segi teknis memang tidak mungkin dilakukan. Kalau dipaksakan diangkat, bisa hancur. Karena ketika diangkat per 10 meter, tekanan itu 1 bar. Maka kalau kedalamannya 450 meter itu sama dengan 45 bar. Sehingga kapal bisa meledak,” sambung Luhut Binsar Pandjaitan.

Resiko Keracunan dan Pelanggaran

Dia menyebut, ahli di Kemenko Maritim juga melihat dampak dari segi reaksi kimianya. “Katakanlah kapal berhasil diangkat sampai atas. Ada resiko timbulnya keracunan H2SO. Saya yakin tentu tidak ada seorang pun dari kita yang mengharapkan ada korban tambahan. Demikianlah BPPT, KNKT, Basarnas, polisi, TNI, pemda, Kemenko Maritim, dan semua unsur pemerintah sudah berdiskusi panjang dan memperhitungkan semua aspek,” jelasnya.

Menurut dia, paling bagus yang bisa dilakukan adalah membuat monumen peringatan. “Semua pihak sudah sepakat. Hari ini (kemarin-red) saya dilapori Pak JR Saragih, bahwa acara peletakan batu pertama monumen itu berjalan baik, dengan tingkat kehadiran 85%,” katanya.

Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkap, bahwa 24 pelanggaran hasil temuan KNKT terkait KM Sinar Bangun sudah ada di mejanya. Dia pun mengundang para bupati dan kapolres terkait untuk menindaklanjutinya.

“Saya juga minta agar semua pelabuhan di kawasan Danau Toba harus dikelola oleh syahbandar, sehingga ada sertifikasi pada setiap kapal. Pemilik kapal juga akan dilarang untuk merangkap menjadi nahkoda karena mereka beda kepentingan. Nahkoda pasti bicara masalah keamanan dan keselamatan. Sedangkan pemilik kapal bicara bagaimana meraup keuntungan,” katanya.

Masalah Serius

Selain itu, sambung Luhut, pemda dan polisi juga akan mengaudit semua kapal. “Jangan ada lagi ada kapal tiga deck tapi kenyataanya hanya berijinkan satu deck, serta kelebihan muatan kapal. Khusus kepada polisi, saya minta semua pihak yang bertanggungjawab harus diproses. Saat ini proses hukum sedang berjalan dan tidak mustahil jumlah tersangka akan bertambah,” paparnya seraya memastikan, pemerintah akan menangani masalah ini dengan serius.

“Karena ini adalah masalah serius,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

Terkait kedatangannya ke Danau Toba, Luhut menyebut, karena dia ingin bersama keluarga korban. “Kemarin memang saya merasa harus berangkat ke Danau Toba untuk bertemu langsung keluarga korban KM Sinar Bangun. Saya hanya ingin ada bersama mereka di masa-masa sulit. Karena saya tahu apa rasanya kehilangan,” tutupnya. (TM-RAJA)

126 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment