You are here
Cawapres Belum Jelas, Hasil Survei: Jokowi Ungguli Prabowo Nasional 

Cawapres Belum Jelas, Hasil Survei: Jokowi Ungguli Prabowo

topmetro.news – RTK (Roda Tiga Konsultan) melakukan survei terhadap tingkat elektabilitas para kandidat. Hasilnya, sebagai capres, Jokowi mencapai 48,7 persen sementara Prabowo Subianto meraih angka 26,3 persen.

“Pada pertanyaan tertutup dengan pilihan nama, Pak Jokowi unggul dengan elektabilitas 48,7 persen. Disusul Pak Prabowo 26,3 persen,” ungkap Direktur Riset RTK Rikola Fedri saat memaparkan survei RTK di Jakarta, Minggu (5/8/2018).

Dikatakannya, survei untuk elektabilitas para kandidat ini melibatkan 1.610 responden dari 34 provinsi. Diadakan sejak 23 Juli hingga 1 Agustus 2018. Metodologi stratified systemic random sampling, margin of error 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain Jokowo dan prabowo, ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di peringkat ketiga 4 persen. Lalu Anies Baswedan 2 persen, Gatot Nurmantyo 1,6 persen, dan Jusuf Kalla 1,1 persen. Sedangkan nama di luar mereka, hanya meraih nol koma persen.

Hasil survei elektabilitas para kandidat juga menunjukkan, para pemilih belum terlalu yakin dengan pilihannya. “Dari 48,7 persen pemilih Pak Jokowi ada 35,9 persen menyatakan mantap. Dari 26,3 persen pemilih Pak Prabowo, terdapat 19,8 persen menyatakan mantap,” ujarnya.

Di bagian lain hasil survei dengan pertanyaan spontan, kembali Jokowi di peringkat pertama dengan raihan 42,5 persen. Lalu Prabowo 21,3 persen, AHY 3,1 persen, Muhaimin Iskandar 1,8 persen, Gatot 1,6 persen. Sedangkan, nama lainnya di bawah satu persen. Lalu menjawab rahasia 2 persen, dan undecided voters 26,1 persen.

“Pada simulasi head to head antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, Pak Jokowi unggul dengan elektabilitas 51,6 persen dan Prabowo 30,8 persen,” ucapnya.

BACA JUGA:

Pemilu 2019 Tersulit di Dunia, Koalisi Jokowi Dinilai Lebih Siap

Daftar di Hari Terakhir

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, belum ada satu nama pun yang sudah ditetapkan sebagai cawapres, baik dari Kubu Jokowi maupun Prabowo. Padahal pendaftaran capres dan cawapres sudah dibuka oleh KPU.

Soal cawapres ini, di Kubu Jokowi disebutkan, tinggal mengumumkan. Sedangkan di Kubu Prabowo sepertinya masih ada tarik-menarik kepentingan antara parpol dan juga rekomendasi Ijtima Ulama.

Akibatnya, hingga hari ini, Minggu (5/8/2018), KPU belum ada menerima pemberitahuan dari parpol pendukung soal rencana pendaftaran capres dan cawapres. Sehingga dipastikan, besok, Senin (6/8/2018), tidak ada kandidat yang men daftar.

Terkait ini, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, kemungkinan para kandidat di Pilpres 2019, akan mendaftar di hari terakhir, yakni Jumat (10/8/2018) pekan depan.

“Atau paling cepat sebelum hari terakhir masa pendaftaran,” ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Minggu (5/8/2018).

Arief menambahkan, untuk mendaftar, seluruh kandidat harus hadir. Sedangkan untuk pendukung diperbolehkan ikut, namun dengan pembatasan jumlah. “Boleh masuk sekitar 170 orang pendukung. Nantinya, sebanyak 50 orang pendukung boleh ikut masuk ke dalam untuk mengantarkan pendaftaran,” jelasnya. (TMN)

152 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment