You are here
Gas Elpiji Langka, Warga Tebingtinggi Menjerit Daerah 

Gas Elpiji Langka, Warga Tebingtinggi Menjerit

topmetro.news – Gas elpiji langka di Tebingtinggi, akibatnya konsumen gas elpiji ukuran 3 Kg khususnya ibu rumah tangga resah. Akibat sulitnya mendapatkan gas 3 Kg itu, warga terpaksa rela mengantre hingga berjam-jam untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji.

Kondisi gas elpiji langka di Kota Tebingtinggi ini mulai dirasakan warga dan kaum ibu rumah tangga di daerah itu sejak sepekan terakhir.

Gas Elpiji Langka, Pulang dengan Tabung Kosong

Rabu (19/9/2018) siang terlihat beberapa warga mengantre di salah satu pangkalan gas PT Tebing Tondong Jaya, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Kota Tebingtinggi. Warga di sana rela mengantre demi mendapatkan sebuah tabung gas. Bahkan ada warga yang tidak mendapatkan gas LPG berukuran 3 Kg dimaksud dan membawa pulang tabung gas kosong.

Mengantre Hingga 3 Jam

Salah seorang warga Fadli Tanjung (40) yang berdomisili di Jalan Suprapto, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi mengatakan dirinya sangat kesal terhadap pangkalan gas PT Tondong Jayap atau dealer LPG Pertamina.

Pasalnya dia mengaku sudah mengantre selama hampir 3 jam, ternyata dia belum juga mendapatkan tabung gas yang diperlukannya. Padahal baru saja mobil gas datang untuk menurunkan gas di pangkalan itu, pihak pangkalan mengatakan gasnya telah habis terjual. Tak pelak lagi, Fadli Tanjung dengan rasa kesal pulang dengan tabung kosong.

Saat hendak dikonfirmasi mengenai gas elpiji langka berukuran 3 Kg itu, pemilik pangkalan PT Tondong Jaya Koko Liu dan istrinya justru marah-marah.. Mereka selanjutnya melarang wartawan untuk mengambil gambar di lokasi pangkalannya. Sebaliknya pemilik pangkalan malah ikut mengambil foto wartawan.

”Jangan kelen (kalian) foto-foto saya, saya tidak terima kalau kelen foto-foto pangkalan saya,” larang pemilik pangkalan.

Dengan kelangkaan gas ini warga berharap pemerintah Kota Tebingtinggi agar turun ke lapangan untuk melihat dari dekat ke seluruh agen dan pangkalan di Kota Tebingtinggi. Soalnya dengan kondisi gas elpiji langka banyak oknum pangkalan diduga menimbun gas mereka dan menjual dengan harga di luar ketentuan pemerintah.(TM-Erwan)

358 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment