You are here
Tenaga Pendorong JT-610 Bermasalah? Nasional 

Tenaga Pendorong JT-610 Bermasalah?

topmetro.news – Dugaan penyebab jatuh Lion Air JT-610, mulai direka-reka. Termasuk dugaan kemungkinan adanya gangguan pada tenaga pendorong pesawat Boeing 737 Max itu, sebagaimana dikemukakan pengamat penerbangan, Adrianus Dharmawan.

Menurut Adrianus, dengan melihat pergerakan ketinggian pesawat yang tidak normal, dia menduga ada masalah pada tenaga pendorong pesawat Lion Air JT-610. Dia mengatakan, dalam kondisi normal, pada menit ke-13, harusnya ketinggian pesawat sudah harus berada di 25 ribu-30 ribu kaki. Kenyataannya, dalam kurun waktu itu, ketinggian Lion Air JT-610, hanya 6 ribu kaki.

“Ini mengindikasikan ada masalah pada tenaga pendorong di mesin pesawat,” ujar Adrianus, Selasa (30/10/2018).

BACA JUGA: Tubuh Korban Diduga Rusak Kena Pecahan Pesawat

Kepastian Penyebab Jatuh

Namun dia mengatakan, bahwa kepastian penyebab jatuh pesawat memang harus menunggu ditemukannya kotak hitam. Apalagi dengan semakin canggihnya pesawat sekarang, maka semua catatan penerbangan akan lebih akurat di dalam kotak hitam.

“Semua flight data recorder yang merekam seluruh pergerakan mesin kemudi terekam di alat tersebut. Mesin pesawat sekarang serba elektronik. Semua terekam dan bisa diketahui apa masalahnya setelah black box (kotak hitam) ditemukan,” papar Adrianus.

Indikasi ada masalah pada penerbangan itu memang sudah diduga banyak pihak, berdasarkan adanya permintaan ‘return to base’, sebelum pesawat hilang kontak. Menurut pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, kalau sebuah pesawat minta ‘return to base’ maka hal itu jelas mengindikasikan ada masalah.

Namun, Agus tak mau berkomentar banyak terkait penyebab jatuh, sebelum hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dirilis. “Masalahnya sangat teknis. Saya tidak mau bicara banyak dulu karena tidak mau mendahului KNKT. Kalau pengamat menganalisa lebih dulu nanti dibilang dukun yang sok tahu. Walaupun tahu, saya pribadi lebih memilih untuk menunggu KNKT merilis hasil penyelidikannya sebelum saya berbicara banyak,” papar Agus.

Hoax Seputar Lion Air

Informasi dan rekaman gambar hoax (bohong) perihal jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, di perairan Karawang, Jawa Barat, beredar di media sosial. Polisi meminta agar warganet tidak mendramatisir dan menghentikan menyebarkan kabar hoax karena mengganggu perasaan keluarga korban. Pelakunya pun dapat diancam pidana.

“Imbauan kepada masyarakat agar tidak mendramatisir berkaitan dengan kejadian ini. Tapi kita ikut berduka, berbelasungkawa, semoga ini cepat dievakuasi seluruh korban,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Dikatakan, penyebaran informasi berupa tulisan maupun gambar tidak dibenarkan dan dapat dikenakan hukuman pidana. “Kepada pihak-pihak yang memiliki informasi hoax tidak dibenarkan dan bisa dikenakan Undang-undang Pidana,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan menelusuri atau melakukan patroli siber di dunia maya. “Nanti akan kami komunikasikan dengan Ditreskrimsus,” katanya.

Diketahui, beberapa informasi dan rekaman gambar hoax terkait jatuhnya pesawat Lion Air beredar di media sosial. Salah satunya, sebuah foto bangkai pesawat yang terbelah dua sedang diangkat menggunakan alat berat dari perairan.

Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, telah memberikan klarifikasi kalau foto yang disebut pesawat Lion Air jatuh itu, merupakan kabar bohong. (TMN)

berbagai sumber

149 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment