You are here
Pengetatan Pasokan Global Dorong Penguatan Harga Minyak Ekonomi & Bisnis 

Pengetatan Pasokan Global Dorong Penguatan Harga Minyak

topmetro.news – Harga minyak mentah naik sekitar 1 persen pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB. Ini didorong tanda-tanda penguatan permintaan AS dan pengetatan pasokan minyak mentah global. Namun kenaikan harga minyak dibatasi penguatan dolar AS dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April, patokan internasional, naik 71 sen AS. Atau 1,15 persen, menjadi US$62,69 per barel. Brent sebelumnya jatuh ke level terendah US$61,05. Sementara harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 35 sen AS atau 0,65 persen. Menjadi US$54,01 per barel, naik dari level terendah US$52,86.

Data pemerintah AS pada Rabu (6/2/2019) menunjukkan, bahwa persediaan minyak mentah domestik naik lebih rendah dari yang diperkirakan pada minggu lalu. Padahal, kilang-kilang meningkatkan produksi.

Stok meningkat 1,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Februari, dibandingkan dengan ekspektasi analis 2,2 juta barel. Stok bensin meningkat 513.000 barel, lebih rendah dari yang diantisipasi. Sementara stok sulingan turun lebih besar dari yang diperkirakan 2,3 juta barel.

“Permintaan distilat (sulingan) meningkat tajam pekan lalu karena cuaca dingin yang ekstrem, dan berkontribusi pada penurunan stok distilat,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

BACA JUGA: Tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik 5,17 Persen

Pasokan Minyak Mentah

Pelaku pasar fokus pada tanda-tanda pengetatan pasokan minyak mentah global. Hal ini setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya memulai kesepakatan pada Januari untuk memangkas produksi.

Para produsen yang dikenal sebagai OPEC+ mulai memotong produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) dari bulan lalu. Tujuannya mencegah kelebihan pasokan. Sementara OPEC telah mengirimkan hampir tiga perempat dari pemotongan yang dijanjikannya.

Sanksi AS terhadap perusahaan minyak negara Venezuela juga dapat menaikkan harga, meskipun mereka belum memicu kenaikan tajam. Sanksi tersebut bertujuan untuk memblokir penyuling AS dari membayar ke akun PDVSA yang dikendalikan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Namun penguatan dolar membatasi kenaikan harga minyak pada Rabu (6/2/2019). Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraannya mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan mungkin dilakukan dengan Tiongkok.

Pejabat senior AS dan Tiongkok siap untuk memulai putaran pembicaraan perdagangan minggu depan.

sumber: beritasatu.com

105 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment