You are here
Pria ‘Kunap’ di Simalungun Perkosa 2 Anaknya, 1 Melahirkan & Dinikahi Daerah 

Pria ‘Kunap’ di Simalungun Perkosa 2 Anaknya, 1 Melahirkan & Dinikahi

TOPMETRO.NEWS – Pelarian Joko Irawan (29), warga Nagahuta, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun kandas juga. Prilaku penjahat kelamin ini sulit diterima akal sehat. Bayangkan, dia tega merenggut ‘mahkota’ dua putrinya, sebut saja Indah dan Mawar. Ironisnya, salah satu diantaranya hamil, melahirkan hingga dinikahi diam-diam.

Perbuatan bejat Joko Irawan (foto)  itu terungkap, setelah Indah dan Melati yang dinodainya membeberkan kelakuan seorang pria kepada Ngatiyem, ibu korban. Itu mereka laporkan, setelah tak tahan dijadikan budak seks. Belakangan diketahui, sosok ayah dimaksud itu adalah pria kunap (kuat nafsu) bernama lengkap Joko Irawan.

Mendengar cerita kedua buah hatinya itu, Ngatiyem kaget dan menangis sejadi-jadinya. Ia tak menyangka, pria yang memperkosa kedua putrinya adalah Joko, suaminya sendiri.

Ngatiyem (38) di Mapolres Siantar belum lama ini menceritakan kejadian yang dialami kedua putrinya itu. Indah dan Mawar diperkosa Joko secara bergilir. Parahnya lagi yang membuat Ngatiem menyesal, putri sulungnya Indah disetubuhi hingga hamil dan bahkan dinikahi secara diam-diam tanpa sepengetahuan Ngatiem.

Perbuatan bejat Joko berawal saat Ngatiem ditinggal pergi suami sahnya, Suyatmin. Sejak ditinggal, Ngatiem kenalan dengan Joko Irawan yang bekerja sebagai pemukul batu.

Sering main ke rumah, membuat Ngatiem jatuh hati. Ia dan Joko pun menjalin talih percintaan.

”Lantaran sudah dekat, jadi kami tinggal se rumah dengannya dan kami nikah sirih. Memang kami belum menikah secara resmi,” kata Ngatiem saat membuat laporan di Polres Siantar.

Sejak itu, seperti dilaporkan SiantarNews, Joko Irawan sudah dianggap sebagai suami oleh Ngatiem. Bahkan dari hubungan mereka, Ngatiem dikaruniai dua orang anak. Bahkan, Ngetiem pernah keguguran saat hamil muda.

Di balik kebaikannya, ternyata Joko menyimpan rasa dan nafsu besar kepada dua anak tirinya yakni Indah dan Mawar. Terlebih, saat itu dan Indah mulai tumbuh dewasa.

Tanpa sepengetahuan istrinya, Joko Irawan mulai mengintai putri tirinya itu. Di suatu hari, dengan ancaman sadis akan membunuh ibunya jika menolak digauli, Joko pun berhasil menggarap Indah.

Setelah berhasil, Joko makin ketagihan. Setiap ada kesempatan, Joko kembali menggagahi Indah di dalam rumah. Indah pun hamil dan sudah melahirkan anak berusia 2 bulan hasil dari perbuatan Joko.

Mirisnya, meski hamil, Joko tetap saja memperkosa Indah. Bahkan, Joko diam-diam menikahi Indah tanpa sepengetahuan istrinya dan mengontrakkan Indah rumah di Kampung Nagahuta, Nagori Bosar, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Merasa aksinya tak akan terbongkar, Joko makin menjadi-jadi. Usai menghamili dan menikahi Indah, Joko kembali mengincar Mawar yang kala itu masih berumur 13 tahun.

Mawar merupakan adik kandung Indah juga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan Joko Irawan.

Dengan taktik ancaman serupa, Joko merenggut kegadisan Mawar yang saat itu masih duduk di bangku kelas VI SD. Takut ibunya dibunuh, Mawar pun rela sekaligus bungkam, tak berani menceritakan perbuatan bejat suami siri ibunya.

Setahun jadi budak seks Joko, Mawar mulai tak tahan. Meski takut, dia tetap memberanikan diri menceritakan perbuatan bejat Joko ke ibunya.

”Aku diperkosanya di rumah waktu ibu gak ada,” kenang Mawar.

Tadinya Ngatiem sempat tak percaya. Tapi, begitu tahu jika putri sulungnya (Indah) juga diperkosa dan hamil hingga dinikahi, barulah Ngatiem percaya. Akhirnya Ngatiem memutuskan melaporkan suami sirinya itu ke Polres Siantar, Kamis (17/11) silam.

”Selama ini aku gak pernah kepikiran kalau dia (Joko) tega menjadikan dua putriku budak seksnya. Kupikir dia pria yang baik dan bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anakku,” kata Ngatiem sambil menangis.

Sementara itu, Mawar mengakui dan membenarkan dirinya sudah berulang kali diperkosa suami siri ibunya.

”Pertama kali aku diperkosa, aku diancam dan mulutku ditutup paksa. Terus habis diperkosa, aku dikasih uang 50 ribu,” ujar Mawar.

Setelah aksinya terbongkar, Joko pun kabur. Dalam pelariannya hampir 4 bulan, Joko yang merasa aman dan kembali ke rumahnya. Joko pun tak berkutik, setelah petugas Reskrim Polres Siantar meringkusnya, Sabtu (25/3). (sia-editor3)

2.334 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment