You are here
Pamit Mandi Sungai, Boru Bancin Ditemukan Tewas di Tumpukan Kayu Daerah 

Pamit Mandi Sungai, Boru Bancin Ditemukan Tewas di Tumpukan Kayu

Topmetro.News – Pamit mandi sungai, seorang wanita ditemukan tewas ditumpukan kayu. Hal ini ditemukan saat seorang pemuda bernama Kamal Tumanggor menemukan sesosok mayat perempuan yang hanyut bersama tumpukan kayu, Sabtu (16/11/2019). Tanpa sengaja, dia menemukan sosok mayat yang awalnya hendak memancing di Air Terjun Kedabuhen Kecamatan Penanggalan Pemko Subulussalam,

Pamit Mandi Sungai, Tapi Ada Bau Menyengat

Awalnya, menurut dia, dirinya hanya ingin memancing. Namun tiba-tiba dia mencium bau menyengat. Karena penasaran, dia kemudian mencari tahu arah bau itu.

bacaan artikel | UNTUNG ADA TNI, BERSAMA MASYARAKAT, NKRI UTUH TERJAGA

Akhirnya dia melihat bau busuk dimaksud berasal dari sesosok mayat perempuan tanpa identitas.

“Saya awalnya ingin memancing. Namun saat berjalan menyelusuri sungai saya mencium bau bangkai. Setelah saya cek ternyata bau itu dari sesosok mayat,” ucap kamal kepada wartawan.

“Setelah itu saya langsung melaporkan termuan ini ke pihak berwenang untuk mengevakuasi mayat itu,” imbuhnya lagi.

Beberapa Hari Menghilang

Sementara itu seorang warga bernama Suradani Bancin menjelaskan, mayat perempuan tanpa identitas itu diyakini anaknya.

Dia mengungkapkan, sudah beberapa hari ini anaknya hilang saat meminta izin pergi ke sungai untuk mandi.

“Saya yakin mayat itu anak saya KR Boru Bancin, yang sudah hilang semenjak 30 Oktober yang lalu,” kata Suradani.

“Saat itu ia (korban-red) meminta izin pergi ke sungai untuk mandi. Bertepatan hari itu juga hujan disertai angin kencang. Namun karena khawatir, kami mendatangi KR ke sungai yang dituju. Ternyata anak saya KR tidak ada di lokasi,” kisahnya.

Kondisi Sungai sedang Meluap

Dia menjelaskan, keadaan sungai waktu itu juga dalam kondisi meluap.

“Karena takut bercampur panik, kami mendatangi Mapolsek Suka Ramai Kabupaten Pakpak Bharat dan melaporkan anak kami hilang saat mandi di sungai itu,” tutur Suradani dengan mata berkaca kaca.

Kini korban sudah dibawa pihak Mapolsek Suka Ramai untuk kebutuhan visum et revertum (VER).

kiriman | lilik

681 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment