You are here
Heru Anak Tanjungbalai, Babak Belur Dihajar Massa di Batubara Daerah 

Heru Anak Tanjungbalai, Babak Belur Dihajar Massa di Batubara

topmetro.news – Maling sepeda motor bernama Heru (24), warga asal Batu V Kota Tanjungbalai Sumut, babak belur dihajar massa. Tak cuma bonyok-bonyok dipukuli. Pemuda itu pun kini sudah pun jadi tersangka atas tuduhan pencurian sepeda motor yang tengah diparkirkan pemiliknya, Senin (2/12/2019), sekitar pukul 23.50 WIB.

Sebelum nasib sial yang dialaminya, dikabarkan Heru lebih dulu nekad melakukan upaya pencurian satu unit sepeda motor. Modusnya dengan cara membuka paksa kunci kontak Honda Beat BK 4973 OAG milik Andika Pratama Putra (23) warga Dusun I Sumber Padi Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara. Pelaku memakai kunci letter T.

Alih-alih aksinya bisa berjalan mulus sehingga ia bisa menghilang tanpa jejak. Saat mesin motor curian baru menyala, ketika itu pula korban si empunya kendaraan langsung memergoki tersangka. Lalu spontan berteriak. Hingga selanjutnya teriakan itu menarik perhatian warga dan melakukan pengejaran.

Kapolres Batubara melalui Kasat Reskrim AKP Pandu Winata SH SIK MH, Selasa (3/12/2019) petang, kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan Pandu, saat itu korban sedang berada di Jalinsum, Dudu Coffe Desa Perkebunan Dolok Kecamatan Lima Puluh Batubra.

Pelaku Masuk Parit

Terdengar motor Honda Beat miliknya hidup. Korban langsung berteriak sehingga warga dan Tim Shabara yang sedang patroli melakukan pengejaran.

Ketika dikejar tersangka hilang keseimbangan. Sehingga sesampainya di depan Makoramil 03 Lima Puluh, tersangka dengan motor curiannya masuk parit. Akibatnya pelaku mengalami luka koyak di dagu serta luka lecet di kedua tangannya.

Warga yang marah tanpa dikomando langsung menghakimi tersangka hingga babak belur. Petugas yang tiba di lokasi segera mengamankan tersangka. Karena luka akibat terjatuh ke parit ditambah hajaran massa, tersangka dirujuk ke Puskesmas Lima Puluh guna mendapat perawatan.

Ditambahkan Pandu, kasus tersebut sedang dikembangkan. Karena biasanya perbuatan tersebut dilakukan secara berkelompok. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP. Ancaman pidananya hingga tujuh tahun penjara.

Pada kesempatan tersebut AKP Pandu menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang membantu kepolisian menangkap tersangka.

reporter | Bima Pasaribu

184 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment