Bagaimana Cara Menilai Kualitas dan Merawat Ikan Koi?

Advertisement

Topmetro.news Bagi anda para pemelihara Koi pemula, mungkin masih bingung atau rancu dalam cara menilai kualitas ikan Koi. Pengetahuan tentang cara menilai kualitas ikan koi sangat penting untuk diketahui terutama jika anda akan membeli Koi. Jangan sampai anda membeli ikan Koi dengan harga terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kualitasnya. Ada tiga cara pertimbangan utama untuk menilai kualitas ikan koi yaitu bentuk badan, warna, dan pola. Kriteria penjurian pada pertunjukan koi show (kontes koi) adalah 50% bentuk tubuh, 30% warna, dan 20% pola, dan kriteria penilaian umum adalah distribusi skor.

  1. Bentuk Badan

Bentuk tubuh koi adalah pertimbangan yang paling utama dalam menilai kualitasnya. Ikan Koi yang baik adalah yang bulat, panjang seperti bentuk torpedo, dan juga tampak kekar (bulky). Seringkali bentuk tubuh diabaikan karena keindahan pola dan warnanya, padahal hal itu sangat penting dalam menilai kualitas koi.

  1. Warna

Warna yang pekat atau tajam, jika warna hitam seperti warna tinta (black ink). Lebih baik warna yang merata dan tidak ada bitnik-bintik hitam (spot) dan jika latar belakangnya warna putih harus seputih salju.

  1. Pola

Yang seimbang baik untuk bagian depan dan belakang, samping  dan kanan. Batas warna pada pola harus jelas atau tegas dan sashinya harus memiliki warna yang seragam.

  1. Tampilan keseluruhan

Bagian kepala bersih dan seluruh tubuh tampak bersinar elegan.

  1. Cara Berenang

Koi yang baik memiliki gaya berenang yang tenang dan stabil, Bukan penakut yang hanya diam di pojok kolam atau menyendiri. Koi bergerak aktif ke seluruh penjuru dan mau  bergabung dengan koi-koi lainnya.

Bagaimana Cara Menilai Kualitas dan Merawat Ikan Koi?

Memelihara Ikan Koi

Memelihara koi sebagai hobi terus mendapatkan popularitas di semua lapisan masyarakat. Bahkan penghuni flat dan kondominium juga memelihara koi di dalam wadah  yang biasanya terbuat dari fiberglass.

Bagi anda yang sudah memiliki kolam ikan koi, baik itu kolam minimalis atau yang memiliki kapasitas yang besar maka pastikan bahwa sistem filterasi (penyaringan air) yang baik sudah terpasang, meskipun itu berarti Anda menambah bangunan tersendiri

Mulailah dengan koi yang berukuran kecil dengan harga yang tidak mahal. Siapkan semua alat uji air yang diperlukan.

Kualitas air

Pentingnya kualitas air yang baik untuk memelihara ikan koi. Tidak mudah untuk memelihara air yang baik karena perlu perhatian yang berkesinambungan.

Koi adalah ikan pemakan yang aktif dan rakus. Mereka mengeluarkan limbah berupa urin dan kotoran padat ke dalam air sepanjang waktu. Limbah tersebut harus dibuang dan diproses dengan cepat agar tidak menumpuk dan mencemari air.

Bayangkan jika anda menghirup udara beracun dan tercemar sepanjang waktu! Inilah yang akan dirasakan koi jika airnya terkontaminasi.

Oleh karena itu diperlukan filter yang baik. Belajarlah untuk menjaga kualitas air agar tetap baik dan koi juga akan menjaga diri mereka dengan baik pula.

Air yang baik berarti sebagai hasil sistem penyaringan yang baik. Parameter air yang baik dan cocok untuk koi adalah sebagai berikut :

  • Suhu antara 20-25 derajat C
  • pH antara 7,0 hingga 8,5
  • KH atau kekerasan karbonat atau alkalinitas mengukur karbonat atau bikarbonat dalam air dan harus antara 4 dKH(72 ppm) dan 7 dKH(125 ppm),
  • GH atau ukuran kekerasan umum magnesium dan kalsium dalam air dan harus antara 4 dGH(72 ppm) dan 10 dGH(180 ppm),
  • Amonia/Nitrit harus terdaftar sebagai tidak terdeteksi, Nitrat tidak lebih dari 40ppm, DO atau oksigen terlarut minimal 5ppm.

Koi pada umumnya akan tumbuh dengan baik di dalam air dengan parameter di atas. Koi pada dasarnya adalah ikan air dingin. Di negara-negara dengan musim dingin, koi mengalami hibernasi di kolam beku sampai musim dingin berakhir.

Kolam yang dalam adalah cara yang baik untuk menyediakan koi dengan air yang lebih dingin di negara tropis.

Baca Juga : Dampak Hukum Pada Transaksi Jual Beli Ikan Koi

PH Air Kolam Koi

Koi tumbuh dengan baik di air dengan pH di atas 7. Alkalinitas air dapat dipertahankan dengan zat penyangga seperti cangkang atau natrium bikarbonat (soda kue). Ketika pH air berubah dari tepat di atas 7 menjadi asam dalam waktu singkat, kita katakan bahwa pH telah jatuh.

Perubahan pH yang drastis terlalu cepat bagi koi untuk menyesuaikan diri dan akibatnya mereka menjadi stres. Hal ini, ditambah dengan berkurangnya fungsi bakteri dalam kondisi air asam menyebabkan filter tidak berfungsi dan racun menumpuk.

Koi yang berada dalam keadaan stres mudah terserang penyakit. Oleh sebab itulah maka menjaga kualitas air adalah kunci utama jika anda ingin sukses memelihara ikan koi.

Advertisement
Advertisement

Related posts

Leave a Comment