Banjir Melanda Medan, Ketua HBB Sumut Pertanyakan Cara Penanganan Banjir

Ketua DPD HBB (Horas Bangso Batak) Sumatera Utara Tomson Marisi Parapat SH, yang mempertanyakan tata cara penanganan banjir di Kota Medan.
Advertisement

topmetro.news – Banjir besar yang melanda banyak kawasan di Kota Medan menjadi sorotan beberapa unsur masyarakat. Termasuk Ketua DPD HBB (Horas Bangso Batak) Sumatera Utara Tomson Marisi Parapat SH, yang mempertanyakan tata cara penanganan banjir di Kota Medan.

Menurutnya, banjir besar tadi malam menunjukkan bahwa ada yang kurang tepat pada penanganannya. Bahkan Tomson menyebut, bahwa Wali Kota Medan tidak becus menangani masalah banjir.

“Terkait banjir yg menggenangi sebagian kota Medan Afif Boby Nasution selaku walikota tidak becus menangani banjir. Hanya bisa nya beretorika dan terkesan hanya pencitraan. Banjir di kota medan aza tidak bisa ditangani membuktikan bahwa meragukan kwalitas nya sebagai pemimpin tidak mampu menanggulangi banjir dengan baik,” tulis Tomson Parapat dalam pesan WhatsApp-nya kepada topmetro.news, Sabtu pagi (19/11/2022).

Untuk itu, advokat ini berharap agar upaya penanganan banjir bisa lebih maksimal lagi. Termasuk perbaikan drainase. Ia juga mengusulkan adanya pembangunan semcam waduk besar untuk penampungan air.

“Seharusnya kan perbaikan dreanise lebih dimaksimalkan gorong gorong dan parit di perhatikan. Dan membuat waduk yg besar utk penampungan air,” tulisnya lagi.

Pantauan topmetro.news, ada beberapa kawasan yang terendam banjir. Seperti kawasan Ring Road, Jalan Brigjen Katamso, serta sejumlah jalan protokol lainnya. Termasuk Jalan Perjuangan, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal yang malam itu langsung dikunjungi Bobby Nasution.

“Selain itu banjir juga menerpa banyak jalan protokol karena drainase yang ada penuh dan tertahan di hilir yang hendak menuju ke sungai. Akibatnya air pun menggenangi jalan protokol,” kata Bobby Nasution dari lokasi banjir, Jumat tengah malam (18/11/2022).

Sementara Kepala BPBD Kota Medan HM Husni juga dari lokasi menjelaskan, banjir terjadi dipicu cuaca ekstrim. Juga tingginya intensitas hujan di hulu sungai yang bermuara ke Kota Medan. Kondisi itu, imbuhnya, menyebabkan kawasan lintasan sungai menjadi banjir.

reporter | Jeremi Taran

Advertisement

Related posts

Leave a Comment