Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan, Yuk Tinggalkan yang Berbasis BBM untuk Net Zero Emission

kendaraan listrik
Advertisement

TOPMETRO.NEWS – Kendaraan listrik, saat ini pemerintah mulai mengimbau masyarakat. Imbauan ini mengandung harapan agar pelan-pelan konsumen Indonesia lambat-laun beralih ke angkutan berbasis listrik.

Kendaraan listrik non bahan bakar minyak (BBM) diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih guna mencapai tujuan NZE tahun 2060.

Kendaraan listrik ramah lingkungan ini pun kini sedang disiapkan seluruh perangkatnya, termasuk penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

BACA PULA | Tabrakan Mini Bus VS KA di Asahan, 1 Tewas dan 1 Kritis

Seperti dilansir TOPMETRO.NEWS dari situs resmi pln.co.id pada Selasa 18 Juli 2023.

Terkait kendaraan listrik ini, pemerintah terlihat serius. Lewat perusahaan BUMN yang menanganinya, PT PLN (Persero) menggelar The 11th EBTKE ConEx 2023 guna mempercepat transisi energi di Indonesia untuk mencapai target net zero emission (NZE) tahun 2060 mendatang.

Kendaraan non BBM ini untuk cita-cita mewujudkan net zero emission ini diprakarsai PLN yang disupport seluruh subholding seperti PLN Indonesia Power, PLN Nusantara Power, PLN Energi Primer Indonesia dan PLN Icon Plus.

BACA PULA | Penutupan PRSU, Warga Coba Pemeriksaan Mata Gratis

Grup PLN turut menunjukkan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) pendukung kendaraan listrik itu.

Diharapkan, konsumen kendaraan berbasis BBM akan beralih secara perlahan menjadi konsumen kendaraan berbasis energi listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun sangat mendukung upaya itu.

BACA PULA | Jaga Komitmen untuk Selalu Bersama Rakyat, Gekira Medan Gelar Aksi Donor Darah

Dia mengapresiasi PLN yang berhasil merestorasi motor klasik dan mengonversikan ke listrik. Apresiasi itu ditunjukkan saat menghadiri stan pameran EBTKE Conex 2023 yang digelar di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang belum lama ini.

Di situ, PLN pamer tiga unit jenis motor yaitu Honda C70, Vespa PX 150 dan Motor Chopper. Ketiganya tentu sudah dikonversi menggunakan daya listrik.

PLN pun memamerkan model charging station seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Pun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebagai infrastruktur pendukung ekosistem kendaraan listrik itu.

BACA PULA | Robi Barus Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Begal

Di pameran itu, ada pula showcase pengembangan pembangkit EBT yang sedang dijalankan PLN, pengembangan biomassa sebagai bahan campuran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) hingga layanan internet ICONNET.

“Peralihan kendaraan BBM (berbahan bakar minyak) ke listrik merupakan salah satu upaya mendorong tercapainya NZE tahun 2060. Apalagi kita sudah berupaya transisi energi ke EBT, jadi nanti emisinya bisa nol kalau listriknya sudah pakai EBT,” harap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menambahkan, potensi besar EBT jadi modal luar biasa untuk transisi energi. Dibutuhkan koneksi antar pulau, agar potensi ini bisa dinikmati seluruh masyarakat dan industri.

BACA PULA | Transgender Rikkie Valerie Kolle Berdarah Indonesia-Belanda Juarai Ajang Miss Netherland 2023

“Apresiasi ini berlaku untuk seluruh stakeholder yang terus membantu mendukung transisi EBT infrastruktur kita. Kita berharap EBT bisa memajukan dan menyejahterakan rakyat,” beber Arifin Tasrif.

Pemberlakuan kendaraan listrik yang sebelumnya kendaraan berbasis bahan bakar dinilai sebagai cita-cita jangka panjang yang ramah lingkungan hingga tercapainya target net zero emission (NZE) itu.

BACA PULA | BAGUS..!!! Kinerja Produksi PTPN Naik Tiga Tahun Terakhir

Seperti diberitakan TOPMETRO.NEWS sebelumnya kinerja produksi PTPN cukup menggembirakan. Itu terlihat dari produksi kelapa sawit empat perusahaan yang akan menjadi pembentuk Sub Holding PalmCo.

Kinerja produksi PTPN dimaksud meliputi PTPN IV, PTPN V, PTPN VI dan PTPN XIII yang dilaporkan meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Kinerja produksi PTPN yang positif itu akan berlanjut setelah beberapa PTPN itu bergabung ke dalam Sub Holding PalmCo.

REPORTER | DPSILALAHI

Related posts

Leave a Comment