Tuan Guru Batak Prihatin Pernyataan eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

topmetro.news, Medan – Tuan Guru Batak Syekh Dr H Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk MA menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang viral di media sosial karena menyebut seekor kucing dengan nama yang dianggap menghina Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video yang beredar, Tiyo mengaku menyelamatkan seekor kucing yang dalam kondisi terkena penyakit kulit. Setelah itu, Tiyo menyebut memberikan nama kepada kucing itu yang dimana nama tersebut diduga menghina Presiden.

“Kemarin saya meresque seekor kucing, saya lihat ada kucing yang skabies, gemuk sekali badannya, saya kasih nama kucing itu prabodoh subiantolol,” kata Tiyo dalam video.

Menanggapi hal tersebut, Tuan Guru Batak menilai kritik dan kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus tetap disampaikan dengan mengedepankan etika, moralitas, dan adab sebagai ciri bangsa Indonesia.

“Saya sebagai anak bangsa, sebagai orang kampung, yang sangat mencintai negeri ini, saya bukan siapa-siapa. Tapi sungguh saya sangat prihatin menyaksikan apa yang telah disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, Pancasila, serta budaya ketimuran yang mengedepankan sopan santun dalam menyampaikan pendapat.

“Sebagai anak bangsa, sebagai bangsa yang beragama, yang punya Pancasila dimana sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan yang kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Dan kita juga sebagai bangsa yang berbudaya, yang memiliki nilai-nilai moralitas. Tentu kita sangat prihatin, dan mengecam apa yang dilakukan, disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto,” katanya.

Menurutnya, perbedaan pandangan dan kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun, hal tersebut tidak boleh diwujudkan dalam bentuk cacian, makian, maupun penghinaan kepada pihak lain.

“Silakan bersuara, akan tetapi jangan sampai melakukan cacian, makian, cercaan. Kita tidak boleh saling menghujat, saling mencerca, karena kita bangsa yang beradab,” tegasnya.

Tuan Guru Batak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga etika dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita sama-sama memberikan edukasi, mengajarkan nilai-nilai etika, nilai-nilai moralitas kepada seluruh anak bangsa kita, agar bangsa tumbuh menjadi bangsa yang besar, bangsa yang beradab yang senantiasa menjaga nilai-nilai agama, nilai-nilai Pancasila, dan nilai-nilai budaya dan moralitas,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pemerintah agar tetap fokus menghadapi berbagai persoalan yang sedang dirasakan masyarakat. Tuan Guru Batak menyebut kondisi ekonomi dan sosial saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan.

“Kami juga mengingatkan sekaligus mendoakan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan segenap jajaran kementerian dan seluruh para pemimpin dan elit bangsa ini, bangsa kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Sepanjang jalan kita lihat ada antrean kendaraan, mobil, truk, bus, bahkan sepeda motor di setiap SPBU karena kelangkaan BBM. Bahan-bahan sembako dan kebutuhan lain naik. Naiknya harga dolar seiring dengan situasi geopolitik global dan ekonomi dunia. Semua ini berpotensi mengundang ketidakstabilan ekonomi dan stabilitas politik,” ujarnya.

Karena itu, Tuan Guru Batak berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi.

“Kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar memberikan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terutama masyarakat yang lemah dan susah,” pungkasnya.

sumber | RELIS

Related posts

Leave a Comment