You are here
Perampok BRI Ditembak Polisi, Ancam Bunuh Kakek Renta 81 Tahun Daerah 

Perampok BRI Ditembak Polisi, Ancam Bunuh Kakek Renta 81 Tahun

Topmetro.News – Perampok BRI ditembak. Polisi terpaksa memuntahkan peluru dan melubangi kaki kanannya. Tersangka Erikson Bakkara yang tersangkut kasus perampokan (pencurian dengan kekerasan) Bank Rakyat Indonesia (BRI) tahun 2012 silam terkapar ditembak personil Satreskrim Polres Dairi, Selasa (11/9/2018) dini hari. Penangkapan tersangka awalnya dipicu lantaran mengancam bunuh seorang kakek renta berusia 81 tahun.

Info yang diperoleh di Polres Dairi, Selasa (11/9/2018) menyebutkan sebelum ditangkap, tersangka Erikson Bakkara sempat menakut-nakuti dan mengancam bunuh seorang kakek tua berusia 81 tahun, bernama Budiman Bakkara. Tersangka mengancam kakek uzur itu, Kamis (6/9/2018) dengan senjata api (senpi) miliknya. Tak pelak lagi, kakek tua itu dilaporkan sempat nyaris pingsan.

Perampok BRI Ditembak Setelah Ancam Kakek Renta

Tidak diketahui pasti apa pasal pemicu ancaman pelaku terhadap korban. Namun yang jelas, korban Budiman Bakkara beruntung karena nyawanya tidak sempat melayang. Erikson Bakkara disebut-sebut hanya mengancam dengan mengacungkan senjata api. Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan si kakek begitu saja.

Warga yang menyaksikan pengancaman dengan senjata api itu selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumbul. Oleh personil Polsek Sumbul bekerjasama dengan Polres Dairi memburu pria yang dilaporkan mengancam korban.

Beberapa hari diburu akhirnya pelaku Erikson Bakkara (35) berhasil diringkus petugas. Namun saat ditangkap, senjata api (senpi) yang ada dalam laporan warga sedang tidak dipegang tersangka.

Polisi tak kehabisan akal. Setelah diinterogasi tersangka Erikson Bakkara mengakui perbuatannya. Dia mengaku memiliki senpi jenis revolver, dengan spesifikasi kaliber 38 S&W berwarna silver, bergagang hitam.

Selain itu tersangka juga mengaku memiliki satu unit magazine warna silver, merk HS9 MM16 RD. Magazine dimaksud berisi 3 butir peluru tajam. Selain itu 2 butir peluru tajam di dalam sebuah kantong plastik.

Pelaku Berusaha Melarikan Diri

Namun saat proses pencarian senjata api itu, tersangka dilaporkan berupaya melarikan diri. Tak ingin buruannya kabur, petugas terpaksa melubangi kaki kanan tersangka dengan sebutir peluru.

Menurut polisi, untuk menghilangkan jejaknya, selama ini tersangka selalu hidup berpindah-pindah. Terkadang di Perumnas Helvetia, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, terkadang tinggal di Sidikalang-Dairi.(*)

303 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment