You are here
Ledakan Bom Hari Paskah di Sri Lanka, Puluhan Tewas Internasional 

Ledakan Bom Hari Paskah di Sri Lanka, Puluhan Tewas

topmetro.news – Ledakan menghantam gereja dan hotel di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019) waktu setempat. Umat Kristiani Sri Lanka tengah merayakan Hari Paskah saat ledakan menghantam gereja. Akibat ledakan ‘ Bom Paskah’ tersebut, sedikitnya 20 orang meninggal dan 200 orang terluka.

Seperti dilansir BBC, laporan menyebut ada enam ledakan. Tiga di antaranya merupakan Gereja di Kochchikade, Negombo, dan Batticaloa. Sementara hotel yang menjadi target yakni The Shangri La, Cinnamon Grand, dan Kingsburry. Semua hotel berada di Kolombo.

Media Sri Lanka melaporkan, turis asing kemungkinan ikut menjadi korban. Belum ada satu pihak pun yang mengaku bertanggung jawab.

“Terdapat serangan bom di gereja kami. Silakan datang dan bantu jika anggota keluarga Anda ada di sana,” tulis sebuah unggahan dalam Bahasa Inggris di halaman Facebook Gereja St Sebastian di Katuwapitiya di Negombo.

Hanya sekitar enam persen dari mayoritas Buddhis Sri Lanka yang beragama Katolik. Meski agama dipandang sebagai kekuatan pemersatu karena mencakup orang-orang yang berasal dari kelompok Etnis Tamil dan mayoritas Sinhala.

BACA | Gereja Katedral Notre Dame Terbakar, Wanita Ini Lihat Penampakan Yesus

Korban Bom Paskah

Informasi versi lain menyebut, dua gereja dan dua hotel di Sri Lanka menjadi sasaran teror bom saat perayaan Paskah. Polisi mengatakan beberapa orang terluka akibat ledakan ‘Bom Paskah’ itu.

Dilansir Reuters, Minggu (21/4/2019), satu gereja dan dua hotel yang dibom berada di Kolombo. Sementara satu gereja lainnya berada di Negombo, Kolombo Utara.

Sebuah sumber dalam pasukan bom polisi mengatakan bahwa salah satu ledakan terjadi di Gereja St Anthony di Kochcikade, Kolombo. “Orang-orang kami saat ini tengah mengevakuasi korban,” kata sumber itu.

Sumber dari dua hotel turis terkemuka di Kolombo juga mengkonfirmasi ledakan tersebut. Tetapi tidak memberikan rincian. Rumah Sakit Nasional Kolombo mengatakan beberapa yang terluka telah dibawa untuk perawatan.

Gereja St Sebastian di Katuwapitiya, Negombo memposting foto-foto kehancuran di dalam gereja di halaman Facebook-nya. Foto itu menunjukkan darah pada bangku dan lantai, dan meminta bantuan dari masyarakat.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengklaim teror bom tersebut.

berbagai sumber

198 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment