You are here
Kesal dengan Ancaman AS, Legislator Jerman: Bawa Pulang Nuklir Anda! Internasional 

Kesal dengan Ancaman AS, Legislator Jerman: Bawa Pulang Nuklir Anda!

topmetro.news – Amerika Serikat (AS) harus membawa nuklirnya dari Jerman jika benar-benar ingin memindahkan pasukannya ke Polandia. Hal itu diungkapkan seorang anggota parlemen Jerman menanggapi ancaman AS yang akan menarik pasukannya dari Tanah Bavaria.

Menurut anggota parlemen Jerman itu, Berlin dapat menggunakan ultimatum AS sebagai kesempatan untuk mendorong penarikan semua aset Amerika dari negara itu.

“Duta Besar AS benar. Pembayar pajak AS tidak harus membayar pasukan AS di Jerman,” kata Dietmar Bartsch. Dia adalah anggota parlemen Jerman dari partai oposisi seperti dikutip dari RT.

Dia juga menyarankan bahwa potensi penarikan pasukan harus total dan menyeluruh. “Jika Amerika menarik tentara mereka, mereka juga harus menarik senjata nuklir mereka,” tegasnya.

“Dan tentu saja, ini harus dibawa pulang dan tidak ke Polandia karena itu akan memicu eskalasi lebih lanjut dalam hubungan kita dengan Rusia, yang tidak melayani kepentingan Eropa dan Jerman,” cetusnya.

Anggota parlemen Jerman lainnya juga merasa kesal dengan ultimatum Grenell. Thomas Hitschler, anggota Partai Sosial Demokrat (SPD), menggambarkan pernyataan itu ‘sangat bermasalah’ dan ‘tidak senonoh’. Ia menambahkan bahwa kritik Grenell terhadap kontribusi keuangan Jerman terhadap NATO tidak sesuai dengan kenyataan.

Hitschler menggambarkan bagaimana para pejabat Pentagon memuji komitmen pertahanan Berlin selama kunjungannya ke Washington baru-baru ini.

BACA | Ledakan Misterius Mesin Roket Tewaskan 5 Ahli Nuklir Rusia

Menggertak Berlin

Sementara Sekretaris Jenderal SPD Lars Klingbeil, melangkah lebih jauh. Dia bahkan menuduh Grenell mencoba menggertak Berlin. “Kami tidak akan diperas oleh Amerika,” katanya kepada Augsburger Allgemeine.

Perselisihan AS dan Jerman dimulai awal pekan ini ketika Duta Besar AS untuk Berlin Richard Grenell menuntut negara itu meningkatkan pengeluaran pertahanannya.

“Sangat menghina untuk mengharapkan pembayar pajak AS untuk terus membayar lebih dari 50.000 orang Amerika yang ditempatkan di negara Eropa,” ujar Grenell.

Pernyataan itu diikuti oleh pernyataan Dubes AS untuk Polandia yang menganjurkan pasukan Amerika untuk dipindahkan ke Polandia, sekutu yang dikatakan tidak seperti Jerman menghabiskan dua persen dari PDBnya untuk NATO.

Selain itu, Jerman juga terlibat perselihan dengan sekutu strategis lamanya itu karena enggan melibatkan diri dalam petualangan militer terbaru Washington. Berlin telah menolak untuk bergabung dengan patroli angkatan laut pimpinan AS dan Inggris di Teluk Persia.

Seruan patroli di Teluk Persia muncul setelah Iran menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris sebagai balasan atas kapal induk minyaknya yang ditangkap oleh Inggris di dekat Gibraltar.

sumber | sindonews.com

82 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment