You are here
Praktik Layanan Seks via WA Mulai Disidangkan Peristiwa 

Praktik Layanan Seks via WA Mulai Disidangkan

topmetro.news – Layanan seks via WA (WhatsApp), dengan terdakwa Hamdani Daeng alias Kak Dani (25), warga Jalan Sampali Pasar VI Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan/Dusun Ilir II, Desa Selotong Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (13/8/2019), mulai disidangkan di PN Medan.

Penuntut Umum Eka Kartika Purba SH dalam dakwaannya menguraikan, Kamis (16/5/2019), sekira pukul 14.00 WIB, akun WA terdakwa menerima pesan yang isinya mencari cewek bisa menemani menikmati hiburan karaoke. Atau mencari wanita yang mau melakukan hubungan seks.

Terdakwa menghubungi beberapa wanita kenalannya yang biasa melakukan layanan tersebut. Selanjutnya dia mengirimkan tiga foto wanita tersebut. Namun ditolak pemesan.

Setahu bagaimana sekira pukul 18.00 WIB ketika terdakwa menyalon kedua saksi korban RR alias Via dan RU alias Ri alias Sa, pria ‘hidung belang’ tersebut kembali menghubungi terdakwa melalui WA.

Tidak mau kehilangan akal, terdakwa kemudian menawarkan ‘job’ tersebut kepada kedua saksi dan diiyakan. Foto kedua wanita berparas jelita itu pun dikirimkan via WA ke pemesan dan disetujui.

Short Time Rp1,5 Juta

Disepakati tarif untuk layanan sekali bersetubuh alias short time sebesar Rp1,5 juta. Dan komisi atas jasa terdakwa sebesar Rp300.000. Kemudian sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa bersama kedua saksi korban berangkat ke Hotel Grand Aston City Hall di Jalan Balai Kota Medan. Lalu diantar ke kamar nomor 709.

Di dalam kamar itu juga terjadi proses pembayaran. Dan tidak berapa lama kemudian setelah selesai proses pembayaran datang saksi Ricky R Sembiring SH dan saksi Nurifddini Kholida SE (anggota Ditreskrimsus Polda Sumut). Mereka langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa bersama dengan saksi korban RR dan RU. Turut disita satu unit HP Oppo F1S berikut uang kontan Rp3,3 juta.

Hamdani dijerat pidana Pasal 45 Ayat (1) jo. Pasal 27 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016. Atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Korban SPG Kosmetik

Usai pembacaan dakwaan, penuntut umum menghadirkan kedua saksi korban layanan seks via WA, RR dan RU, untuk didengarkan keterangannya. Menjawab pertanyaan majelis hakim diketuai Ali Tarigan SH, kedua saksi korban mengaku berprofesi sebagai Sales Promotion Girl (SPG) freelance alat kosmetik.

Kedua wanita bertubuh sintal itu juga mengakui kalau terdakwa menshare foto mereka kepada seseorang via akun WA. Terdakwa Hamdani juga sempat menggerutu karena tidak berhasil menawari cewek untuk konsumen.

Mereka berusaha agar wajah mereka tidak dikenali dengan mengenakan jilbab krem dan hitam. Juga mengenakan masker dan terus menutupi wajahnya dari jepretan kamera awak media.

Bahkan, hakim anggota Richard Silalahi SH dan JPU sempat meminta awak media untuk tidak mengambil gambar meskipun persidangan tersebut adalah sidang terbuka.

reporter | Robert Siregar

3.307 kali dibaca

Berita Lainnya

Leave a Comment