Menteri Wiranto Ditikam, Pelaku Mahir Bahasa Asing Tapi ‘Menjelma’ Jadi Bandit!

menteri wiranto ditikam3
Advertisement

Topmetro.News – Menteri Wiranto ditikam, menghebohkan publik hingga mancanegara. Banyak pihak yang masih penasaran, siapa sebenarnya pelaku penikam Menteri Polhukam itu? Untuk menjawab rasa penasaran publik, Topmetro.News ingin membuka fakta sosok pelaku yang bertanggungjawab atas kasus Menteri Wiranto ditikam ini.

menteri wiranto ditikam
Menteri wiranto ditikam, nih rumah pelakunya. foto | bentengnews

Menteri Wiranto Ditikam Seorang Alumni USU

Dialah Syahrial Alamsyah alias Abu Rara. Pria inilah yang harus bertanggungjawab sekaligus pelaku penikaman Wiranto, Menkopolhukam Jenderal (Purn). Terbongkar pula bahwa sosok Alamsyah merupakan alumni dari SMAN 3 Medan. Dia tercatat sebagai alumni alias jebolan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, lulus S-1.

Pendiam dan Terkesan Tertutup

Menurut keterangan kerabatnya di Jalan Jalan Alfakah V, Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Alamsyah punya karakter pendiam dan tertutup.

“Kami tidak pernah berkomunikasi dengan Alam. Sebelum abang kandungnya meninggal dunia, Alam tidak pernah berkunjung ke rumah. Bahkan Alam juga tidak melihat jenazah kematian abang kandungnya itu,” terang Trisnawati, kakak iparnya, Kamis (10/10/2019) sebagaimana dilaporkan bentengtimes.

Dia menjelaskan Alamsyah merupakan anak ke 8 dari 9 bersaudara.

Selama ini, kata dia, saudara mereka tidak tahu entah dimana semua. Yang jelas, sambungnya pula, sejak Alamsyah tinggal di dekat lokasi itu, dia tidak pernah datang ke rumah abangnya.

“Jadi, komunikasi kami renggang,” tutur Trisna kepada polisi.

Sementara, warga sekitar juga mengaku sangat jarang melihat Alamsyah.

Dikatakan, Alamsyah adalah orang yang pintar, dimana dia punya kemahiran berbagai bahasa asing.

“Kami saja tidak tahu kalau si Alam itu keluarga Bu Trisna. Yang jelas, si Alam orangnya baik dan dulu memang tinggal di dekat sini,” ujar seorang warga.

menteri wiranto ditikam pelaku
foto | bentengtimes

Ditinggal Istri Pertama

Namun, meski dikenal sebagai pribadi yang baik, Alamsyah diketahui pernah berprilaku buruk setelah ditinggalkan istri pertamanya.

Dian Susanto (48), teman kecil Alamsyah menuturkan pria itu menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) pada 1987 di SMAN 3 Medan.

Sebelumnya, dia bersekolah di SMPN 9. Setelah tamat SMA, Alamsyah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara (SPMBN).

Pernah Masuk Penjara Selama 2 Bulan

Diceritakan, Alamsyah juga pernah mendekam di balik jeruji besi (penjara) pada pernikahan keduanya. Dimana pihak keluarga dari istri keduanya yang disebut-sebut bernama Yuni, tidak setuju Yuni menikah dengan Alamsyah. Karena itu, setelah mereka ‘kawin lari’ pihak keluarga Yuni melaporkan Alamsyah ke polisi dan dia mendekam di sel Mapolrestabes Medan sekitar dua bulan.

baca juga | UNTUNG ADA TNI, BERSAMA MASYARAKAT, NKRI UTUH TERJAGA

Masih kata temannya, Alamsyah juga pernah berperilaku gemar mabuk-mabukan. Itu setelah dirinya ditinggalkan istri pertamanya bernama Neta.

Usia pernikahan mereka tak lebih tiga bulan

Dian yakin ketika itu Alamsyah mengalami depresi karena ditinggal sang istri sehingga memilih mabuk-mabukan.

Sempat Jadi Sopir Angkot

Alamsyah yang juga anak veteran itu juga pernah menekuni pekerjaan sebagai sopir angkot. Namun pekerjaan itu dihentikannya sekitar 5 tahun kemudian.

Setelah itu, dia membuka usaha penyewaan permainan Playstation sampai sekitar tahun 2008. Kemudian menjalankan usaha dan pekerjaan lain secara serabutan.

Selain itu, sebelum Alamsyah cerai dengan istrinya, dia juga sempat buka mesin judi dindong. Bahkan, usaha ilegal ini pernah digerebek polisi.

“Setelah itu, kami lihat dia (Alamsyah) menekuni main laptop dan komputer di rumah,” ujar warga lainnya.

baca juga | KONDISI SUDAH STABIL, PENYERANG WIRANTO BERALAMAT DI MEDAN

Sebagaimana dikabarkan topmetro.news sebelumnya, salah satu penyerang Menko Polhukam Wiranto, Kamis (10/10/2019) beralamat di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Hal itu diketahui dari kartu tanda penduduk (KTP) pelaku yang disita polisi.

Penyerang Menko Polhukam Wiranto yang telah ditangkap bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang lahir di Medan 24 Agustus 1988 (31 tahun). Selain Syahril, polisi juga menangkap Fitri Andriana Binti Sunarto yang lahir di Brebes, 5 Mei 1998. Dalam KTP Fitri tercantum alamat Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes. Namun, saat ini Fitri tinggal di Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Pandeglang.

reporter | jeremitaran

Related posts

Leave a Comment