Gegara Agresi Israel, Ribuan Warga Palestina Gagal Berhaji

agresi israel

TOPMETRO.NEWS – Agresi Israel ke Jalur Gaza dan pendudukan Israel atas perbatasan Rafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir telah menyebabkan ribuan warga Palestina gagal berhaji tahun 2024.

“Penutupan titik penyeberangan Rafah dan konflik yang masih berlangsung menyebabkan 2,500 jamaah haji Gaza, termasuk misi pendampingnya, tak bisa berangkat haji,” sebut Ikrami Al-Mudallal, selaku juru bicara Kementerian Wakaf Gaza.

Dia mengatakan 2.500 jamaah haji itu mewakili 38 persen dari 6.600 jamaah haji Palestina tahun ini.

BACA PULA | Presiden Prancis Emmanuel Macron Siap Akui Palestina Merdeka, Israel Makin Terpojok

Agresi Israel yang terus berlangsung juga menghalangi usaha kementerian mempersiapkan pelaksanaan haji bagi jamaah Gaza tahun ini, termasuk menandatangani kontrak transportasi di Mesir dan Arab Saudi serta mengatur akomodasi di Makkah dan Madinah, kata dia.

Al-Mudallal mengatakan pihaknya saat ini terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan Mesir untuk menangani “pelanggaran terang-terangan” atas hak rakyat Palestina untuk berhaji ini, serta mencari cara supaya jamaah tetap dapat berangkat.

BACA PULA | Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Israel, Negara Besar tak Campuradukkan Olahraga dan Politik

Dia memastikan jamaah haji Gaza yang tak bisa berangkat tahun ini akan diprioritaskan untuk pemberangkatan tahun depan.

Apalagi, ucapnya, banyak dari mereka yang telah menunggu bertahun-tahun, dan 70 persen dari mereka adalah lansia atau mengalami sakit.

Sementara itu, dia mengatakan ada 500 kuota undangan haji khusus dari Raja Salman dari Arab Saudi tahun untuk keluarga korban meninggal serta korban cedera dari agresi Israel di Jalur Gaza, yang diberikan kepada keluarga yang berada di luar Gaza.

BACA PULA | Finlandia Negara Paling Bahagia di Dunia, Israel ke 4, Indonesia Peringkat 83

Kerajaan Arab Saudi kembali mengundang secara khusus 1.000 jamaah haji tambahan dari Gaza pada 6 Juni lalu.

Jamaah terpilih, mereka yang berada di luar Gaza akibat mengungsi dari perang atau menerima perawatan medis, ucap Al-Mudallal.

Kementerian Wakaf Gaza sampai harus menyelenggarakan undian pada Maret 2023 untuk memilih jamaah haji yang akan berangkat tahun 2023 dan 2024 karena terbatasnya kuota haji dan blokade Israel.

BACA PULA | Alaa Qadoum, Bocah Palestina yang Gugur Akibat Serangan Jet Tempur Israel di Gaza

Lansia dan penderita sakit diutamakan mendapatkan undian itu.

Al-Mudallal mengatakan bahwa pihaknya telah mengecam penutupan titik perbatasan Rafah sejak 7 Mei yang menyebabkan jamaah haji dari Gaza gagal berangkat.

Hal itu merupakan ‘pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan beragama dan hukum kemanusiaan internasional’.

Pihaknya juga mendesak Mesir dan Arab Saudi untuk menekan pihak terkait, khususnya Israel, supaya mengizinkan warga Palestina di Gaza berangkat haji tahun ini.

Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 37.200 warga sipil, yang sebagian besar merupakan wanita dan anak-anak, serta melukai lebih dari 84.900 jiwa.

Menurut PBB, agresi Israel telah menyebabkan 85 persen warga Gaza terusir dari tempat tinggalnya, 60 persen infrastruktur di lokasi itu porak poranda serta menyebabkan kelangkaan makanan, air bersih hingga obat-obatan.***

reporter | dpsilalahi
sumber | a1

Related posts

Leave a Comment